Kamis, 26 Mei 2011

PENANGANAN EFEK SAMPING SESUAI KELUHAN BAGI AKSEPTOR KB

A. KONDOM
1. Efek samping dan penanganannya
a. Kondom rusak atau diperkirakan bocor (sebelum berhubungan),
Penanganan : Buang dan pakai kondom baru atau pakai spermisida digabung kondom.

b. Kondom bocor atau dicurigai ada curahan di vagina saat berhubungan.
Penanganan : Jika dicurigai ada kebocoran, pertimbangkan pemberian Morning After Pill.

c. Dicurigai adanya reaksi alergi (spermisida)
Penanganan : Reaksi alergi, meskipun jarang, dapat sangat mengganggu dan bisa berbahaya. Jika keluhan menetap sesudah berhubungan dan tidak ada gejala IMS, berikan kondom alami (produk hewani:lamb skin atau gut) atau bantu klien memilih metode kontrasepsi yang lain.

d. Mengurangi kenikmatan hubungan seksual
Penanganan : Jika penurunan kepekaan tidak bisa ditolelir biarpun dengan kondom yang lebih tipis, anjurkan pemakaian metode lain.

B. PIL KB
1. Efek samping dan Penanganannya
a. Mual
Penanganan : Pil diminum bersama dengan makanan atau pada saat akan tidur dapat mengurangi mual. Pemakaian obat anti muntah sebelumnya juga akan menurunkan mual. Pemakaian anti mual setelah rasa mual mulai muncul tidak akan efektif.

b. Muntah
Penanganan : Jika klien muntah dalam waktu 2 jam setelah minum pil ini, maka klien harus minum pil lagi. Tetapi klien tidak boleh minum pil lebih dari dosis yang dianjurkan, kerena kelebihan dosis ini tidak akan membuat metode ini lebih efektif malah bisa meningkatkan rasa mual.

c. Spotting (perdarahan pervaginam yang tidak teratur)
Penanganan : Jika menstruasi terlambat sampai satu minggu, perlu dilakukan tes kehamilan.

d. Payudara teraba keras,sakit kepala,pusing, dan lemah.
Penanganan : Umumnya efek samping ini tidak berlangsung sampai 24 jam. Aspirin atau obat penghilang rasa sakit yang dapat diperbolehkan tanpa resep dapat dipakai untuk menghilangkan rasa tidak enak tersebut.

e. Amenorea dan berat badan bertambah
Penanganan : Efek samping ini akan hilang dengan sendirinya dan berkurang dengan sendirinya.

C. SUNTIK KB
1. Efek samping dan Penanganannya
a. Perubahan pola haid biasanya pada tahun pertama pemakaian.
Penanganan : Diberikan pil KB hari ke – 1 sampai hari ke -2 masing-masing 3 tablet, selanjutnya hari ke - 4 diberikan 1 x 1 selama 3 – 5 hari. Bila terjadi perdarahan, dapat pula diberikan preparat estrogen, misalnya lymoral 2 x 1 sehari sampai perdarahan berhenti.


b. Pusing dan sakit kepala
Penanganan : Diberikan anti prostaglandin untuk mengurangi keluhan, acetosal 500 mg 3 x 1 tablet/hari.

c. Hematoma
Penanganan : Kompres dingin pada daerah yang membiru selama 2 hari. Setelah itu diubah menjadi kompres hangat sehingga warna biru/kuning menjadi hilang.

d. Perubahan berat badan
Penanganan : Diet merupakan pilihan utama. Dianjurkan untuk melaksanakan diet rendah kalori serta olahraga teratur,bila terlalu kurus, dianjurkan untuk diet tinggi kalori, bila tidak berhasil dianjurkan untuk ganti cara kontrasepsi non hormonal.

e. Keputihan
Penanganan : Pengobatan medis biasanya tidak diperlukan. Bila cairan berlebihan dapat diberikan preparat anti cholinergic seperti extrabelladona 10 mg 2 x 1 tablet untuk mengurangi cairan yang berlebihan. Perubahan warna dan bau biasanya disebabkan oleh adanya infeksi.

D. IMPLANT
1. Efek samping
a. Amenorea
Penanganan : Amenorea dapat ditangani dengan :
• Pastikan hamil atau tidak, dan bila tidak hamil, tidak memerlukan penanganan khusus, cukup konseling saja.
• Bila klien tetap saja tidak dapat menerima, angkat implant dan anjurkan menggunakan kontrasepsi lain.
• Bila terjadi kehamilan dan klien ingin melanjutkan kehamilan, cabut implant dan jelaskan bahwa progestin tidak berbahaya bagi janin. Bila diduga terjadi kehamilan ektopik, klien dirujuk. Tidak ada gunanya memberikan obat hormon untuk memancing timbulnya perdarahan.

b. Perdarahan bercak (spooting) ringan
Penanganan : Jelaskan bahwa perdarahan ringan sering ditemukan terutama pada tahun pertama. Bila tidak ada masalah dan klien tidak hamil, tidak diperlukan tindakan apapun. Bila klien tetap saja mengeluh masalah perdarahan dan ingin melanjutkan pemakaian implant dapat diberikan pil kombinasi satu siklus, atau ibuprofen 3 x 800 mg selama 5 hari. Terangkan kepada klien bahwa akan terjadi perdarahan setelah pil kombinasi habis. Bila terjadi perdarahan lebih banyak dari biasa, berikan 2 tablet pil kombinasi untuk 3 – 7 hari dan kemudian dilanjutkan dengan satu siklus pil kombinasi, atau dapat juga diberikan 50 mg etilestradiol atau 1,25 mg estrogen equin konjugasi untuk 14 – 21 hari.

c. Infeksi pada daerah insersi
Penanganan : Bila terdapat infeksi tanpa nanah,bersihkan dengan sabun dan air, atau antiseptik. Berikan antibiotik yang sesuai untuk 7 hari. Implant jangan dilepas dan klien diminta kembali 1 minggu. Apabila tidak membaik, cabut implant dan pasang yang baru pada satu sisi lengan yang lain atau cari metode kontrasepsi lain. Apabila ditemukan abses, bersihkan dengan antiseptik, insisi, dan alirkan pus keluar, cabut implant, lakukan perawatan luka dan berikan antibiotik oral selama 7 hari.


E. AKDR
1. Efek samping dan Penanganannya
a. Amenorea
Penanganan : Periksa apakah sedang hamil, apabila tidak, jangan lepas AKDR, lakukan konseling dan selidiki penyebab amenorea apabila dikehendaki. Apabila hamil, jelaskan dan sarankan untuk melepas AKDR apabila talinya terlihat dan kehamilan kurang dari 13 minggu, AKDR jangan dilepas. Apabila klien sedang hamil dan ingin mempertahankan kehamilannya tanpa melepas AKDR, jelaskan adanya resiko kemungkinan terjadinya kegagalan kehamilan dan infeksi serta perkembangan kehamilan harus lebih diamati dan diperhatikan.

b. Kejang
Penanganan : Pastikan dan tegaskan PRP dan penyebab lain dari kekejangan. Tanggulangi penyebab apabila ditemukan. Apabila tidak ditemukan penyebabnya beri analgesik untuk sedikit meringankan. Apabila klien mengalami kejang yang berat, lepaskan AKDR dan bantu klien menetukan metode kontrasepsi yang lain.

c. Perdarahan vagina yang hebat dan tidak teratur
Penanganan : Pastikan dan tegaskan adanya infeksi pelvic dan kehamilan ektopik. Apabila tidak adanya kelainan patologis, perdarahan berkelanjutan serta perdarahan hebat, lakukan konseling dan pemantauan. Beri ibuprofen (800 mg, 3 x sehari selam satu minggu) untuk mengurangi perdarahan dan berikan tablet besi ( 1 tablet setiap hari selama 1 – 3 bulan). AKDR memungkinkan dilepas apabila klien menghendaki. Apabila klien telah memakai AKDR selam lebih dari 3 bulan dan diketahui menderita anemia ( Hb < 7 gr %) anjurkan untuk melepaskan AKDR dan bantulah memilih metode lain yang sesuai.

d. Benang yang hilang
Penanganan : Pastikan adanya kehamilan atau tidak. Tanyakan apakah AKDR terlepas. Apabila tidak hamil dan AKDR tidak terlepas, berikan kondom. Periksa talinya didalam saluran endoserviks dan kevum uteri (apbila memungkinkan adanya peralatan dan tenaga terlatih) setelah masa haid berikutnya. Apabila tidak ditemukan rujuklah ke dokter, lakukan x – ray atau pemeriksaan ultrasound. Apabila tidak hamil dan AKDR yang hilang tidak ditemukan, pasanglah AKDR baru atau bantulah klien menentukan metode lain.



e. Adanya cairan dari vagina/dicurigai adanya PRP
Penanganan : Pastikan pemeriksaan IMS. Lepaskan AKDR apabila ditemukan menderita atau sangat dicurigai menderita gonorhoe atau infeksi klamidial, lakukan pengobatan yang memadai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar